LAPORAN AKSI NYATA MENYUSUN KEYAKINAN KELAS SEBAGAI LANGKAH AWAL DALAM MEMBENTUK BUDAYA POSITIF DI SDN 18 MUARADUA KISAM
LAPORAN AKSI NYATA
MENYUSUN KEYAKINAN KELAS
SEBAGAI LANGKAH AWAL DALAM MEMBENTUK BUDAYA POSITIF
DI SDN 18 MUARADUA KISAM
OLEH :
FADHLI RAHMAN. S.Pd.
(CGP ANGKATAN 4 KAB. OKU SELATAN)
1. LATAR BELAKANG
Kualitas pendidikan suatu bangsa merupakan tolok ukur dari kualitas bangsa tersebut. Pendidikan adalah suatu tuntunan hidup dalam tumbuh kembang anak. Pendidikan haruslah membimbing dan menguatkan apa yang ada pada diri setiap anak, agar dapat memperbaiki tingkah lakunya cara hidup dan pertumbuhannya serta segala tindakan positif lahir dari dalam diri, bukan atas dasar stimulus dari luar.
Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekekrti atau karakter, pikiran dan tubuh anak. Dengan demikian, sebagai seorang pendidik maka guru harus dapat mebantu menumbuhkan karakter melalui pembiasaan yang dilakukan yang berasal dari motivasi diri.
Kesadaran akan penerapan disiplin masih berdasarkan motivasi ekstrinsik, dimana pembiasaan positif yang diterapkan bukan disiplin positif, namun masih menganut reward dan punishment. Komunikasi yang dibangun masih satu arah, peran atau kontrol guru belum sampai pada tahap manajer melainkan sebagai hakim bagi murid. Bagaimana mendisiplinkan peserta didik bermula dari kesadaran, dan menumbuhkan motivasi intrinsik. Bagiamana disiplin dan budaya poisitif yang sudah ada dan menonjol dapat tumbuh dan berkembang menjadi karakter semua warga sekolah. Bagaimana Budaya positif di sekolah yang harus dikembangkan guru untuk mewujudkan karakter atau profil pelajar Pancasila. Serta bagaimana efektifitas komunikasi dua arah yang diciptakan dapat membantu menumbuhkan kesadaran murid agar menjadi pribadi yang berempati dan berbudaya disiplin positif. Sebagai seorang pendidik, guru diharapkan agar dapat memiliki nilai-nilai positif yang dibutuhkan untuk membentuk karakter pelajar pancasila dengan memberi contoh dan melakukan pembiasaan yang konsisten di sekolah melalui budaya positif yang diterapkan.
Strategi yang dapat dilakukan untuk menerapkan budaya positif di sekolah dengan memanfaatkan sumber yang dimiliki, diantaranya mengaktifkan kegiatan-kegiatan positif yang diawali dengan membentuk keyakinan kelas, sehingga akan berpengaruh pada pola dan kebiasaan dalam belajar.
2. TUJUAN
Keyakinan kelas merupakan suatu nilai-nilai kebijakan atau prinsip universal yang disepakati bersama terlepas dari latar belakang suku, bahasa, maupun agama. Keyakinan kelas ini dibuat dengan sederhana, mudah diingat dan diterapkan. Keyakinan kelas ini dibuat bersama oleh seluruh anggota kelas sehingga diharapkan munculnya motivasi intrinsic dari dalam diri peserta didik tersebut.
Menurut Gossen (1998), seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat untuk menjalankan keyakinan daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan, sebab keyakinan akan lebih memotivasi seseorang secara intrinsic. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penyusunan keyakinan kelas adalah
Melaksanakan / mewujudkan konsep merdeka belajar
Terwujudnya visi sekoalh melalui penerapan budaya positif
Menumbuhkan karakter dan disiplin positif serta mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid melalui pembiasaan positif
Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar pancasila melalui penyusunan keyakinan kelas.
Mewujudkan kelas impian.
Menerapkan restitusi dan berupaya untuk bertindak sebagai menejer.
Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ini sudah dilakukan dan untuk mengontrol kegiatan agar tetap tearah pada tujuan yang sudah ditetapkan, maka tolak ukur yang digunakan adalah sebagai berikut :
- Terbentuknya keyakinan kelas sebagai landasan dalam memecahkan permasalahan yang ada dikelas serta mewujudkan kelas impian. Keyakinan kelas ini dibentuk dan disepakati oleh peserta didik bersama wali kelas.
- Konsistensi peserta didik dan walikelas dalam menjalankan keyakinan kelas.
- Sebagian besar peserta didik sudah menunjukkan menguatnya karakter positif pada proses pembelajaran maupun diluar proses pembelajaran.
4. DUKUNGAN YANG DIBUTUHKAN.
Untuk menjalankan tindakan aksi nyata ini dibutuhkan dukungan:
- Kepala Sekolah
- Rekan sejawat
- Wali murid
- Peserta didik.
5. DESKRIPSI AKSI NYATA KEGIATAN
Aksi nyata merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan kegiatan yang direncanakan. Untuk membangun budaya positif di sekolah, maka langkah awal yang dilakukan adalah dengan membentuk / menyusun keyakinan kelas. Keyakinan kelas ini berisi kesepakatan bersama sebagai wujud harapan besama antara guru dan murid. Dengan terbentuknya budaya positif di dalam kelas maka diharapkan terbentuknya budaya positif disekolah, sehingga dapat mewujudkan visi sekolah SDN 18 Muaradua Kisam yakni PROMOSI ( Program Moral Prestasi).
Dalam menumbuhkan budaya positif di sekolah tidak dapat dilakukan sendiri oleh seorang guru, melainkan diperlukan adanya kolaborasi dengan seluruh fihak (rekan sejawat), dukungan dari para pemangku kepentingan, juga wali murid itu sendiri. Sebab, pembiasaan nilai-nilai positif harus dimulai dari rumah, selanjutnya kelas, kemudian lingkungan sekolah. Jika budaya positif sudah tumbuh dengan baik dan karakter positif sudah kuat, maka visi sekolah akan mudah untuk dicapai.
Keyakinan kelas yang telah disusun menJadi pedoman bagi peserta didik dalam menumbuhkan budaya positif, dengan adanya keyakinan kelas dengan pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan serta dengan adanya dukungan dari wali murid, motivasi intrinsic dari peserta didik pada kahirnya mulai terbangun. Penyusunan keyakinan kelas ini mendapat respon positif dari seluruh warga sekolah, dengan melibatkan pengurus OSIS SDN 18 MUARADUA KISAM, maka pembiasaan sikap positif yang diawali dengan keyakinan kelas dan ditambah dengan kebiasaan positif yang memang sebelumnya menjadi program sekolah, secara perlahan dapat dilaksanakan berdasarkan motivasi intrinsic dari peserta didik tersebut, bukan hanya sekedar melaksanakan sebuah aturan, tetapi berubah menjadi suatu kesadaran.
NO | TANGGAL | KEGIATAN | KETERANGAN |
1 | 3 Januari 2022 | Melaporkan kepada kepsek, waka Kurikulum dan Koordinator kesiswaan tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan | - Sosialisasi Budaya Positif kepada Kepala Sekolah. - Rencana sosialisasi kepada wali kelas, guru dan wali murid
|
2 | 6 Januari 2022 | Melaksanakan sosialisasi kepada guru | - Kegiatan sosialisasi diikuti oleh seluruh guru dan tenaga pendidik SDN 18 MUARADUA KISAM
|
3 | 8 Januari 2022 | Melaksanakan Sosialisasi kepada seluruh wali murid | - Sosialisasi tentang budaya positif dilakukan dengan berkolaborasi dengan seluruh wali kela
|
6 | 10 – 15 Januari 2022 | Menyusun keyakinan kelas di masing-masing kelas | - Seluruh wali kelas guru dan siswa serta mulai melakukan praktek budaya positif
|
7 | 17 januari dan seterusnya | Menerapkan budaya positif secara utuh (mulai dari keyakinan kelas, posisi control, dan restitusi)
| - Berkolaborasi bersama guru |
8 | 29 Januari 2022 | Memfungsikan perangkat OSIS dalam mewujudkan pembiasaan budaya positif di sekolah.
| - Mengadakan latihan dasar kepemimpinan bagi perangkat OSIS sebagai pembekalan
|
9 | 31 Januari – 5 Februari 2022 | Melakukan Refleksi | - Mengevaluasi tingkat keberhasilan penerapan budaya positif melalui penyusunan keyakinan kelas berdasarkan tolok ukur yang ditetapkan. |
8. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN PENERAPAN KEYAKINAN KELAS
Dalam pelaksanaan keyakinan kelas yang telah disusun, ternyata tidak mudah untuk diterapkan secara spontan, tetapi memerlukan waktu secara bertahap, akan tetapi apapun kondisinya penerapan budaya positif disekolah ini akan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan meski memerlukan proses yang banyak. Konsistensi guru dan perangkat OSIS dan para pemangku kepentingan dalam menjalankan budaya positif akan memberikan dampak besar bagi peserta didik, sebab anak merupakan peniru ulung, mereka akan lebih tertarik dengan contoh secara langsung. Selain itu untuk mewujudkan budaya positif ini kolaborasi dengan seluruh warga sekolah dan orang tua murid sangatlah diperlukan.
Layanan restitusi dalam menyelesaikan permasalahan memfokuskan peserta didik untuk belajar dari kesalahan, menuntun untuk melihat ke dalam diri, memperbaiki hubungan, fokus pada karakter dan solusi. Untuk menerapkan displin restitusi, seorang guru harus mampu memposisikan diri sebagai manajer agar dapat membimbing siswa sehingga siswa mampu mengevaluasi diri bagaimana menjadi diri sendiri yang lebih baik.
9. RENCANA PERBAIKAN
Kegiatan menumbuhkan budaya positif melalui penyusunan keyakinan kelas ini akan terus dilakukan pada tahun ajaran selanjutnya dengan mengacu kepada hasil refleksi yang dilakukan pada akhir semester, sebab dalam penyusunan keyakinan kelas saat ini masih terdapat banyak kekurangan. Perbaikan strategi penyusunan dan konsistensi pelaksanaan serta kuatnya dukungan diharapkan akan dapat memperbaiki serta meningkatkan hasil yang diharapkan sesuai dengan Visi sekolah yakni PROMOSI (Program Moral Prestasi) serta profil pelajar pancasila.
10.
DOKUMENTASI
AKSI NYATA
14
Great Job Fhadli
BalasHapus