
|
Tepatnya
ditahun 2020 pada saat DRB Sumatera Selatan 2020 Ibu Intan Widora saat
melakukan pengimbasan/sosialisasi Pembatik dan akun belajar di kabupaten Ogan
Komering Ulu Selatan saya hadir sebagai peserta, melihat Ibu Intan memaki
selempang DRB PembaTIK saya sangat kagum seorang guru dari Sekolah yang
berada di Desa Ujung Kabupaten dan Ujung Provinsi bisa menjadi Duta Provinsi,
kabupaten kami berbatasan langsung dangan Provinsi Bengkulu dan Lampung. sebelum
Ibu Intan menyampaikan materinya dia berkeingin ditahun depan harus ada
intan-intan yang lain dari OKU Selatan yang menjadi DRB Sumsel 2021. Nah
berangkat dari kekaguman dan kata-kat Ibu Intan tersebut saya langsung
berkata Tahun depan / 2021 saya yang
akan berdiri di posisi Ibu Intan dan memakai Selempang DRB untuk mengharumkan
Nama Sekolah Nama Kabupaten dan Nama Provinsi untuk kemajuan Pendidikan.
Pulang dari sosialisasi tersebut saya langsung mencari tau apa itu PembaTIK,
berlatar belakang saya sebagai operator sekolah dan Dapodik menjadi mempermudah
saya dalam mengakses Pembatik dan Akun Belajar.id. saya terus mencari
pengetahuan dan mengeksplor Pembatik serta mencari informasi Jadwal Seleksi
ditahun 2021. Dan saya juga mulai menggunakan Pembatik sebagai sumber bahan
ajar yang saya gunakan untuk kegiatan pembelajaran dikelas saya, kemudian
saya imbaskan ke guru-guru dan peserta didik
disekolah saya. Allhamdulliah syukur dengan bangga ilmu, materi, bahan
sajar yang saya dapat dari Rumah Belajar menjadi modal saya dalam mengikuti
PPG Dalam Jabatan ditahun 2021 yang di selenggarakan oleh Universitas Negeri
Yogyakarta secara DARING saya LULUS dalam PPG tersebut dengan menjadi
Mahasiswa Terbaik diangkatan saya pada Tahun ini, yang mana pelaksanaan PPG
kemaren berbarengan dengan pelaksanaan PembaTIK di Level 2 dan 3.
Dilevel
3 PembaTIK saya sempat tidak optimis bisa lulus ke level 4 karena saya merasa
kurang saat mengerjakan MPI menggunakan SAC, tapi berkat Berbagi dan
Berkolaborasi dengan teman-teman yang gelombangnya sama dengan saya baik dari
Aceh, Lampung, dan Sumsel pada akhirnya saya bisa dan menguasi MPI
menggunakan SAC dan berhasil mengerjakan tugas level 3. Pada saat pengumuman
peserta yang lulus ke level 4 saya tidak percaya saya bisa lulus. Pengumuman
kelulusan yang pertama kali justru saya diberitahu oleh teman berbagi dan
berkolaborasi digelombang saya dari Aceh yang mana dia sendiri belum lulus
padahal dia begitu banyak berbagai pengetahuan dengan saya mengenai MPI, dan
yang lebih kagetnya lagi ternyata saya masuk sebagai 30 Besar peserta Pembatik
Level 4 dan mempunyai kesempatan besar untuk menjadi DRB 2021 ini. Saya
sangat gembira dan semangat untuk memperlajari materi di LMS, saat
mengikuti Coacing PembaTIK level 4
saya kembali tidak optimis karena setelah berkenalan dengan 29 SRB lainnya di
30 Besar ini saya kaget melihat latar belakang Pendidikan mereka serta sepak
terjang mereka dan mereka juga berasal dari sekolah-sekolah besar yang ada di
Kota dan SRB lainnya mempunyai teman sekabupaten bahkan 1 sekolah di 30 besar ini. Sedangkan
saya berasal dari desa dan sekolah kecil yang berada ditengah perkebunan
masyarakat di desa di ujung kabupaten bahkan diperbatasan Provinsi. Namun
saya teringat pesan Guru saya ketika duduk dibangku SMA tepatnya pada tahun
2008 saat pembagian jurusan saya mendapatkan jurusan IPA karena saya juara 3
besar dikelas, awalnya saya menolak untuk masuk ke kelas IPA dikarenakan
Orang dikelas IPA adalah orang pintar semua dan saya pasti kalah dan tidak
akan dapat juara begitu pemikiran saya, namun guru saya menasehati saya dan
saya ingat kata-kata beliau “Lebih baik bodoh berada ditengah-tengah orang
pintar dari pada Pintar berada ditengah-tengah orang bodoh” jika kita berada
dilingkungan orang pintar maka kita akan ikut pintar, tapi jika kita berada
di lingkungan orang bodoh maka kita akan ikut bodoh dan pada akhirnya saya
tetap berada di kelas 4 dan saya belajar terus untuk tetap menjadi yang
terbaik dalam setiap pelajaran dan terbukti saya selalu menjadi juara kelas
bahkan bisa masuk 3 besar OSN tingkat Kabupaten, seperti Dejavu, bernagkat
dan bermodal nasehat dari guru saya tersebut, saya langsung bangkit dan
Optimis kembali bahwa saya pasti bisa bersaing denga peserta SRB lainnya
meskipun dari Kabupaten saya hanya saya sendiri. Berangkat dari Dejavu
tersebut saya giat melakukan dan mekalasanakan tugas saya dilevel 4 ini.
Saya melakukan Sosialisasi Rumah Belajar
dengan tema Berbagi dan Berkolaborasi saya kembali tersadar akan tugas saya
sebagai seorang yang diberi kesempatan di PembaTIK ini bahwa yang paling
Utama dan yang membahagiakan adalah ketika kita bisa berbagi dengan orang
lain terutama di Dunia Pendidikan, pada saat melakukan Sosialisasi Rumah
Belajar dengan Berbagi dan Berkolaborasi baik secara Tatap Maya dan Tatap
Muka saya banyak bertemu melihat wajah-wajah baru, wajah yang ceria, wajah
yang penuh kegembiraan, wajah yang sangat haus akan pengetahuan baru baik
guru-guru PAUD, SD, SMP dan SMA, itulah yang membuat semangat saya kembali membara
untuk terus berbagi apa yang saya ketahui dan berkolaborasi dalam Dunia Pendidikan.
|
Itulah salah satu visi dan misi saya yang paling
utama yaitu terus melakuan kegiatan berbagi dan kerkolaborasi untuk mewujudkan
Merdeka Belajar melalui Portal Rumah Belajar
Komentar
Posting Komentar