BERGERAK DENGAN HATI PULIHKAN PENDIDIKAN MELALUI KARYA DAN INOVASI UNTUK MENGATASI LEARNING LOSS DIPELOSOK NEGERI

 

SDN 18 Muaradua Kisam berada di Desa Ulak Agung Ilir Kecamatan Muaradua Kisam Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan, tapat lokasinya berada di tengah perkebunan kopi warga, dengan titik koordinat HQ85+33W -4.434842, 103.757637.  Lokasi sekolah yang jauh dari desa dan pusat perkotaan, akses jalan menuju sekolahpun belum diaspal namun baru-baru ini sudah ada sebagian pembangunan jalan raya yang menuju desa lain yang dilalui untuk menuju lokasi sekolah kami namun, setelah melalui jalan raya desa untuk menuju ke sekolah harus melewati jalan yang berada ditengan perkebunan kopi warga, pada saat musim hujan tiba maka jalan tersebut sangat sulit untuk dilalui, selain itu juga di lokasi sekolah kami belum adanya aliran listrik dan juga singnal yang memadai benar-benar pemandangan sekolah yang tertinggal. Sebelum Pandemi COVID-19 proses pembelajaran berjalan dengan lancar namun, diawal Pandemi COVID-19 semuanya berubah, kami mengalami kesulitan dalam melaksanakan proses pembelajaran berbagai solusi yang siapkan pemerintah di dunia Pendidikan sedikit memberikan nafas namun tidak semua bisa kami laksanakan seperti pembelajaran secara DARING “Dalam Jaringan”, karena tidak adanya singnal atau jaringan selular di lokasi sekolah dan tempat tinggal masyarakatnya, selain itu juga yang paling utama sebagian besar siswa kami tidak memiliki handphone (HP), sehingga proses pembelajaran secara Daring tidak bisa kami laksanakan, kemudian pembelajaran melalui telivisi (TV) tidak juga bisa diikuti oleh semua siswa karena tidak semua orang tua siswa kami memiliki Telivisi (TV) dirumah mereka. Berangkat dari berbagai kesulitan dan rintangan tersebut kami pihak sekolah dan sebagai guru harus berpikir keras mencari ide dan solusi untuk memberikan hak kepada siswa kami yaitu mendapatkan pembelajaran. Salah yang kami tempuh yaitu dengan melaksanakan pembelajaran secara LURING “Luar Jaringan”.

Dalam hal ini kami selaku guru melakukan kunjungan secara bergantian dari satu rumah kerumah siswa yang lainnya setiap hari, dan mengajak siswa yang rumahnya berdekatan untuk datang kerumah siswa yang kami kunjungi. Setelah beberapa minggu munculah ide untuk membuat sebuah video pembelajaran dan kami unggah dimedia social Youtube agar bisa diakses oleh semua siswa, siswa kami yang tidak memiliki handpone ketika kami melakukan kunjungan rumah video tersebut kami putarkan dan bagi siswa yang memiliki handphone namun tidak memiliki paket data maka video tersebut kami kirim memalui Bluetooth. Selagi kegiatan tersebut berjalan dan dengan mengikuti berbagai informasi serta kamipun mencari berbagai solusi untuk mengatasi pembelajaran ditengah pandami ini kami mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan secara DARING untuk mengatasi masalah ini, seperti melalui Portal Rumah Belajar dan KIPIN SCHOOL, dan semua itu hanya bisa diakses oleh siswa kami yang memiliki Handphone sedangkan untuk siswa yang tidak memiliki Handphone kami sebagai guru membuat Lembar Kerja Peserta Didik “LKPD”, namun semua itu tidak semaksimal saat pembelajaran tatap muka langsung.


Berbagai rencana yang kami susun sebelum PTMT untuk mengatasi Learning Loss adalah dengan tetap menjalankan kegiatan pembelajaran seperti sebelumnya dan dengan menyususn jadwal PTMT. Selang kegiatan PTMT saya selaku guru juga mengikuti berbagai macam pelatihan seperti PembaTIK 2021 dan salah satu ilmu yang saya terapkan dari mengikuti PembaTIK selian menggunakan Portal Rumah Belajar adalah membuat media pembelajaran yang interaktif yaitu Smart Apps Creator (SAC).


Pelaksanaan PTMT di sekolah kami berjalan dengan lancar meskipun tidak semaksimal pembelajaran secara full tatap muka langsung. Dan hasil dari berbagai alternative yang kami lakukan untuk mengatasi Learning Loss membuahkan hasil, meskipun pembelajaran selama Pandemi COVID-19 ini terbukti siswa kami tetap mendaptakan hak mereka mendapatkan pembelajaran dan salah satu siswa kami berhasil menjuarai OSN Tingkat Kecamatan dan melaju ke tingkat Kabupaten.


Dari kegiatan PTMT di sekolah kami, kami mengetahui dan menjadi sadar sebagai manusia untuk harus terus belajar sampai akhir hayat, apalagi berprofesi sebagai guru harus belajar mencari menemukan ide-ide, inovasi baru dalam pendidikan untuk memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat, dengan setulus hati membimbing anak-anak emas penerus masa depan bangsa ini agar mereka bisa menjadi manusia seutuhnya yang tumbuh kembang bersama sesuai bakat dan minat mereka dengan berbudi pekerti yang baik. Dari kegiatan PTMT saat ini menyadarkan kami untuk terus belajar, berusaha mengebangkan dan menggali kemampuan dari kami melalui berbagai cara untuk mewujudkan Merdeka Belajar. Dan dari PTMT ini kami belajar bahwasnya harus berdamia dengan keadaan dan harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi dan lingkungan baru agar tetap bisa bertahan, berkarya dan terus berjuang bukan menjadi terbelakang / kalah oleh sebuah perubahan / seleksi alam.


Sebagai salah satu bentuk tindak lanjut kami dari PTMT ini yaitu mengimbaskan ke guru-guru di sekolah-sekolah lain apa yang telah berhasil kami lakukan untuk mengatasi Learning Loss dan kamipun sebagai seorang pendidik terus memperbaiki diri dengan Belajar, Belajar dan Belajar untuk mewujudkan Merdeka Belajar.

 






























Komentar